Thursday, June 7, 2018

Pestisida nabati dari buah Pinang (Areca catechu)


Pestisida nabati dari buah Pinang (Areca catechu)

Pestisida nabati dari buah Pinang (Areca catechu)
untuk mengatasi masalah hama dengan cepat Pestisida nabati bersifat ramah lingkungan karena bahan ini mudah terdegradasi di alam, sehingga aman bagi manusia maupun lingkungan (Cheng dan Hanlon, 1985; Kardinan, 1999). Selain itu pestisida nabati juga tidak akan mengakibatkan resurjensi maupun dampak samping lainnya, justru dapat menyelamatkan musuhmusuh alami (Untung, 1993).
Pinang (Areca catechu) adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian Timur. Jenis buah ini yang di dunia Barat dikenal dengan betel nut, terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya. Biji pinang diperoleh dari buah pinang yang telah dikupas. Biji pinang dikenal sebagai salah satu campuran makan sirih. Selain itu, biji pinang dapat dijadikan bahan campuran permen, dimanfaatkan sebagai zat pewarna merah alami, dan diekstrak zat-zat antioksidan alami yang menguntungkan seperti tanin. Pinang banyak terdapat di Indonesia baik di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. (Thamrin, 2008).
Di Indonesia biji pinang tersebut tidak secara umum digunakan oleh masyarakat atau dengan kata lain hanya sebagian kecil saja yang mengkonsumsi pinang tersebut sebagai bahan campuran sirih. Dibeberapa negara terutama negara-negara Asia Selatan seperti India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, dan Maldivas banyak masyarakatnya mengkonsumsi pinang sebagai kebutuhan sehari-hari. (Ruskin, 1993).
Di beberapa negara Eropa seperti Inggris pinang dibutuhkan guna memenuhi permintaan masyarakat Asia Selatan yang tinggal di negara tersebut. Di Jerman, Belgia, Belanda, Korea Selatan, dan China digunakan untuk bahan baku farmasi. Berdasarkan data-data yang ada pinang asal Indonesia sangat diminati atau dengan kata lain 80% kebutuhan dunia akan pinang dipenuhi dari Indonesia. Dengan demikian ekspor pinang merupakan suatu peluang usaha yang sangat menjanjikan karena permintaan yang sangat tinggi disertai dengan berlimpahnya bahan baku yang ada. (Ruskin, 1993).
Selain untuk konsumsi, pinang merupakan salah satu komoditas ekspor yang produksinya meningkat setiap tahun. Indonesia menjadi produsen utama pinang dunia pada tahun 2006 dengan ekspor mencapai 100.000 ton. Permintaan ekspor biji pinang muda lebih besar daripada permintaan untuk biji pinang tua. Harga jual biji pinang muda juga lebih mahal dibanding harga jual biji pinang tua. Tujuannyaagar masyarakat tidak menyia-ntiakan lahan kosong yang bersemak belukar.(Ruskin, 1993).

Tujuan
Tujuan dari praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam biopestisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan OPT serta dapat membuat biopestisida nabati.






TINJAUAN PUSTAKA
Menurut penelitian “The Merck Index”, kandungan dalam buah biji pinang mengandung senyaw aster metal – tentrahidrometil-nikotinat yang berwujud  minyak basa keras. Senyawa kimia lain yang terkandung dalam biji pinang adalah Tanin sebesar 15 %, tergolong senyawa polifenol yang larut dalam gliserol dan alkohol. Sedangkan alkaloid berkisar 0,3-0,6 %. Sedangkan komposisi lain berupa arakaidin, guakinguvokalin, saponin dan arekolidin. Senyawa lain berupa lemak, karbohidrat dan protein. Kandungan kimia dalam biji pinang yang besar                        mempunyai sifat sebagai bioaktifitas sebagai insektisida, antinematoda, antibacterial dan alelopati yang berpotensi dapat mengendalikan hama wereng pada tanaman (Firdausi, 2013).
Tanaman pinang (Areca catechu) merupakan tanaman satu kerabat dengan kelapa yang merupakan tanaman asli asia tenggara yang memiliki banyak manfaat tetapi belum digunakan sebagai tanaman komoditas utama. Produksi buah pinang dapat mencapai 50-100 buah per mayang. Pada tahun 2003 volume ekspor buah pinang mencapai 77 juta kg dengan nilai US$ 22,9 juta. Banyak masyarakat menggunakan biji pinang sebagai upacara adat dan kegiatan menyirih (Sihombing, 2000).
Buah Pinang banyak digunakanmanusia sebagai penenang dan ada diurutan ke empat setelah nikotin, ethanol dankafein dan buah pinang banyak dimakan oleh berjuta-juta orang antara pantai timu benua afrika dan pasifik barat. Di indonesia buah pinang digunakan juga dalam duniapengobatan yaitu mengobati penyakit seperti cacingan, perut kembung, luka, batukberdahak, diare, kudis,koreng, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, difteri,tidak nafsu makan, sembelit, sakit pinggang, gigi dan gusi (Ruskin, 1993).
Penggunaan paling sering adalah kegiatan menyirih yaitu dengan bahan campuran buah pinang, daun sirih dan kapur. Pinang atau jambe adalah salah satu
kelengkapan dalam menyirih dikalangan orang-orang tua. Selain itu, masyarakat indonesia memanfaatkan tanaman ini sebagai obat alami untuk menguatkan gusi, gigi dan mengobati penyakit cacingan,  ada juga yang mencampurnya dengan tembakau Sebelum dikonsumsi, pinang di proses terlebih dahulu dengan dibakar, dijemur dan dipanaskan. Pinang diduga menghasilkan rasasenang, rasa lebih baik, sensasi hangat di tubuh, keringat, menambah stamina kerja dan menunda rasa lapar. (Agusta, 2001).
Selain dimakan bersama campuran daun sirih, gambir, cengkeh dan kapur, masyarakat daerah itu juga memakan buah pinang tua yang sudah dibelah kecil-kecil tanpa campuran lainnya. Kegemaran makan buah pinang tua, baik yang dicampur dengan ramuan daun sirih, gambir, cengkeh, maupun kapur, bukan lagi pemandangan yang langka melainkan sudah menjadi tradisi dari dulu hingga sekarang oleh laki-laki dan perempuan. Masyarakat yang rutin makan sirih setiap hari mengaku kesehatan giginya terjamin dan terhindar dari penyakit gigi. Melihat dari manfaat buah pinang untuk bahan baku industri farmasi, kosmetika dan bahan pewarna tekstil, kiranya terdapat pula khasiat lain dari buah pinang muda. (Suswanto, 2000).

Pembahasan

Buah pinang mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan serta juga bermanfaat bagi tanaman sebagai menghambat perbanyakan populasi OPT, sehingga tanaman yang satu ini patut mendapatkan perhatian oleh petani untuk di manfaatkan sebagai pestisida hayati ketersediaan buah pinang sangat melimpah sehingga mudah didapatkan.

Kandungan dalam buah pinang mengandung senyaw aster metal – tentrahidrometil-nikotinat yang berwujud  minyak basa keras, kandungan kimia dalam biji pinang yang besar mempunyai sifat sebagai bioaktifitas sebagai insektisida, antinematoda, antibacterial dan alelopati yang berpotensi dapat mengendalikan hama wereng pada tanaman.

Bawang putih dan kunyit juga ikut ambil peran dalam biopestisida karena bawang putih dan kunyit mempunyai  aroma yang khas dan sangat menyengat, sehingga mengandung antividan atau yang membuat penolak OPT dengan aroma yang sangat menyengat untuk tidak menghambat pertumbuhan tanaman.

Sedangkan kandungan pada sabun colek itu memiliki sifat senyawa basa yang mengikat pada tanaman atau disebut feromon sehingga berfungsi dalam biopestisida sebagai lem atau perekat pada daun.

Kelebihan dari biopestisida  buah pinang ini bahan yang mudah dicari hemat biaya dan dapat diaplikasikan dengan alat yang sederhana serta dapat digunakan secara bertahap, hanya saja kelemahan biopestisida buah pinang tidak dapat di aplikasikan secara langsung cukup didiamkan selama 24 jam agar dapat diaplikasikan pada  tanaman.

Tanaman pinang dapat dijadikan tanaman pagar, penghijauan, bahan bangunan,dan hiasan, bagian-bagian tanamannya sangat berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit. Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia barat dikenal sebagai betel nut. Biji ini dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih, selain gambir, dan kapur.
Juga daun pinang mengandung minyak atsiri yang dapat mengobati gangguan radang tenggorokan, pangkal tenggorokan, dan pembuluh broncial. Pucuk daun muda yang rasanya pahit pun dapat dijadikan obat nyeri otot. Selain obat, daun pinang dijadikan sebagai pupuk hijau.



BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1.      1 kg buah pinang muda
2.      3 liter air
3.      1 rimpang kunyit
4.      5 ruas bawang putih
5.      1 sendok sabun colek
Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
1.      Ember
2.      Pisau
3.      Toples
4.      Tumbukan (lesung)
5.      Saringan

  Waktu Dan Tempat
Hari Senin tanggal 28 November 2016 pada pukul 07.30 WITA sampai selesai, Praktikum ini dilaksanakan diLapangan bola Fakultas Pertanian ULM.



Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum lapangan ini adalah sebagai berikut:
1.      Sediakan alat dan bahan.
2.      Buah pinang dicuci dan ditumbuk beserta kulitnya hingga terlihat halus.
3.      Kemudian masukkan bawang putih dan kunyit kemudian tumbuk kembali.
4.      Buah pinang dan bahan lain yang halus ditambahkan dengan 3 liter air di aduk kemudian di saring hingga didapatkan ekstrak buah pinang.
5.      Ekstrak buah binang dapat diaplikasikan untuk membasmi hama wereng pada tanaman padi.


Wednesday, June 6, 2018

Mekanisasi Tanaman - cara pengoperasial traktor

Mekanisasi Tanaman - cara pengoperasial traktor roda dua dan roda empat

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Traktor adalah kendaraan yang menyediakan tenaga dan traksi untuk memekanisasi tugas pertanian, khususnya pada saat pengolahan tanah tetapi sekarang memiliki berbagai macam fungsi. (Irwanto, 1980).
Traktor pertanian dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu traktor besar, traktor mini dan traktor tangan (Bachrein, et. al. 2009).
Traktor roda dua sering disebut juga sebagai traktor tangan atau hand traktor yang mana traktor tangan ini menggunakan motor satu silinder dengan daya 5-15 hp, bahan bakar yang digunakan umumnya solar.
Bajak rotary adalah alat pengolah tanah yang berfungsi memotong dan mengaduk tanah sehingga hasil tanah olahanya menjadi hancur atau berlumpur. Bajak  rotary  adalah  bajak yang  terdiri dari  pisau-pisau yang berputar. Bajak ini
terdiri dari pisau-pisau yang dapat mencangkul dan dipasang pada suatu poros yang berputar karena digerakan oleh suatu motor (Sugestiadi, 2011).
Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu (Daywin, 2010):
1.      Tenaga penggerak motor
2.      Kerangka dan transmisi (penerus tenaga)
3.      Tuas kendali/control

Bajak singkal termasuk jenis bajak yang paling tua. Bajak singkal merupakan peralatan pertanian untuk pengolahan tanah yang digandengkan dengan sumber tenaga penggerak/penarik seperti tenaga penarik sapi, kerbau atau traktor pertanian.
Bajak singkal berfungsi untuk memotong, membalikkan, memecah tanah serta pembenaman sisa-sisa tanaman kedalam tanah, dan digunakan untuk tahapan kegiatan pengolahan tanah pertama. Bajak singkal dirancang dalam beberapa bentuk untuk tujuan agar diperoleh kesesuaian antara kondisi tanah dengan tujuan pembajakan. Di Indonesia jenis bajak singkal merupakan bajak yang paling umum digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah mereka, dengan menggunakan tenaga ternak sapi atau kerbau, sebagai sumber daya penariknya (Munawar, 2011).
Bajak singkal dirancang dalam beberapa bentuk untuk tujuan agar diperoleh kesesuaian antara kondisi tanah dengan tujuan pembajakan. Di Indonesia jenis bajak singkal merupakan bajak yang paling umum digunakan oleh petani untuk melakukan pengolahan tanah mereka, dengan menggunakan tenaga ternak sapi atau kerbau, sebagai sumber daya penariknya (Sitohang, 2010).
Bajak singkal secara umum dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu :
bajak singkal satu arah (one way moldboard plow), yaitu jenis bajak singkal dimana pada waktu mengerjakan pengolahan tanah akan melempar dan membalik tanah hanya dalam satu arah. Lemparan atau pembalikan tanahnya biasanya dilakukan ke arah kanan. Bajak singkal dua arah (two way moldboard plow), adalah jenis bajak singkal dimana pada waktu mengerjakan pengolahan tanah, arah pelemparan atau pembalikan tanahnya dapat diatur dua arah yaitu ke kiri maupun ke arah kanan. Jenis bajak ini mempunyai mata bajak yang kedudukannya dirancang untuk dapat diputar ke kanan  ataupun  ke  kiri  dengan  cepat,  sesuai  dengan  arah  pelemparan

ataupun pembalikan tanah yang dikehendaki, bagian-bagian bajak singkal yaitu mata bajak atau pisau bajak, daun singkal, pelurus samping, rangka bajak singkal, penggandeng, pengatur kedalaman pengolahan tanah, poros silang (Hermawan, 2005).

Bagian –bagian traktor roda dua bisa dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar 1. Sisi kanan traktor roda dua
Keterangan
1.      As (poros) roda
9. Kemudi pembantu
2.      Mesin rotary
10. Tuas perseneleng utama
3.      Tutup samping mesin rotary
11. Tuas kopling utama
4.      Pengunci batang penggelud
12. Tuas perseneleng cepat lambat
5.      Pengunci batang rotary
13. Dashboard / papan instrument
6.      Tuas kopling kemudi belok kanan
14. Gantungan mesin rotary
7.      Stang kemudi/ karet pegangan
15. Rantai mesin rotary
8.      Tuas pengatur gas
16. Kerangka
Gambar  2. Sisi kiri traktor roda dua

Keterangan
17.  Pulley penegang
26. Tutup kotak peralatan
18. Gear Box (rumah perseneleng)
27. Tombol lampu dan bel
19. Penyangga depan
28. Tuas kopling kemudi belok kiri
20. Pemberat depan
29. Tuas pengatur kedalaman olah
21.Pully mesin
30. Tutup belakang mesin rotary
22. V-belt
31. Poros pisau rotary
23. Pully utama
32. Pisau rotary
24. Penutup V-belt
33. Roda ban


Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah dapat mengenal dan mengetahui fungsi bagian-bagian penting traktor roda dua bajak Rotary dan bajak singkal.
ALAT DAN METODE
Alat
            Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah Traktor Roda Dua (bajak

rotary dan bajak singkal).


Metode
            Metode yang digunakan pada praktikum ini adalah : Menuliskan bagian-bagian dan fungsinya: Pengatur Kecepatan, Pegangan/stang Kemudi, Kopling kemudi, Kopling utama, Roda angkar (ban), Pulley digerakkan, Fanbell, Pulley penggerak, Kenalpot, Tangki bakar dan Tangki air radiator, Lampu, standar, bajak Rotary, bajak singkal.

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari jum’at 10 Maret 2017. Pada pukul 16.30 – selesai, di halaman Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Pembahasan
Pada praktikum kali ini pratikan diperkenalkan bagian-bagian penting traktor roda dua (bajak rotary dan bajak singkal) yaitu Pengatur Kecepatan, Pegangan/stang Kemudi, Kopling kemudi, Kopling utama, Roda angkar (ban), Pulley digerakkan, Fanbell, Pulley penggerak, Kenalpot, Tangki bakar dan Tangki air radiator, Lampu, standar, bajak Rotary, bajak singkal dan lain-lain.
Setelah itu , pratikan dijelaskan tentang Standar operasional traktor roda dua yaitu memeriksa bahan bakarnya sebelum digunakan supaya pada saat digunakan tidak kehabisan bahan bakar. Lalu kita harus memeriksa air kalburatornya apakah ada atau tidak ada supaya keadaan mesin tetap dingin pada saat digunakan/ tidak terlalu panas. Sebelum dinyalakan mesin traktor, gasnya harus kita stabilkan terlebih dahulu agar pada saat menyala traktor tidak berjalan sendiri lalu kita naikkan cooknya. Hal lain yang harus diperhatikan adalah penempatan posisi kepala pada sebelah kiri dengan tujuan pada saat kita memutar engkol tidak terkena kepala kita apabila terlepas dari tangan.  Setelah semuanya diperiksa maka barulah kita nyalakan mesin traktor dengan memutar poros engkolnya sampai mesinnya menyala.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Praktikum yang telah dilakukan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut :
1.      Traktor yang digunakan dalam praktikum ini adalah traktor roda dua bajak rotary dan bajak singkal.
2.      Bagian bagian utama traktor roda dua adalah tenaga penggerak motor (mesin), kerangka dan transmisi (penerus daya) dan tuas kendali (kontrol).
3.      Bagian-bagian penting dalam traktor roda dua bajak rotary dan bajak singkal adalah Pengatur Kecepatan, Pegangan/stang Kemudi, Kopling kemudi, Kopling utama, Roda angkar (ban), Pulley digerakkan, Fanbell, Pulley penggerak, Kenalpot, Tangki bakar dan Tangki air radiator, Lampu, standar, bajak Rotary, bajak singkal.
4.      SOP (Standar Opersional) adalah pemeriksaan bagian-bagian traktor roda dua

sebelum di operasikan.

Saran
Saran dari praktikum ini adalah saat penjelasan tentang bagian-bagian traktor hendaknya lebih diperjelas lagi agar praktikan dapat benar-benar memahami dan mengetahui nama beserta fungsi
DAFTAR PUSTAKA
Akhmad. 2012. Bajak Singkal. Institut Pertanian Bogor. LTAS Mekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian. Departemen Mekanisasi Pertanian. Bogor.

Daywin, 2010. Mesin-mesin Budidaya Pertanian di Lahan Kering. Graha Ilmu. Jakarta.

Hermawan, W. 2005. Kinerja Mesin-Mesin Pengolahan Tanah Untuk Penyiapan Penanaman di Lahan Kering. Departemen Teknik pertanian. IPB. Bogor.

Irwanto, Kohar A. 1980. Alat dan Mesin Budidaya Pertanian FakultasMekanisasi dan Teknologi Hasil Pertanian. ITB. Bandung.

Munawar. 2011. Pengolahan Tanah Dengan Traktor. Penerbit IPB Press. Bogor.

Sitohang. 2010. Alat dan Mesin Pertanian Bajak Singkal. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.