Pestisida nabati dari buah Pinang
(Areca catechu)
Pestisida nabati dari buah Pinang
(Areca catechu)
untuk mengatasi
masalah hama dengan cepat Pestisida nabati bersifat ramah lingkungan karena
bahan ini mudah terdegradasi di alam, sehingga aman bagi manusia maupun
lingkungan (Cheng dan Hanlon, 1985; Kardinan, 1999). Selain itu pestisida
nabati juga tidak akan mengakibatkan resurjensi maupun dampak samping lainnya,
justru dapat menyelamatkan musuhmusuh alami (Untung, 1993).
Pinang (Areca catechu) adalah sejenis palma yang
tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian Timur. Jenis buah ini yang di
dunia Barat dikenal dengan betel nut, terutama ditanam untuk dimanfaatkan
bijinya. Biji pinang diperoleh dari buah pinang yang telah dikupas. Biji pinang
dikenal sebagai salah satu campuran makan sirih. Selain itu, biji pinang dapat
dijadikan bahan campuran permen, dimanfaatkan sebagai zat pewarna merah alami,
dan diekstrak zat-zat antioksidan alami yang menguntungkan seperti tanin.
Pinang banyak terdapat di Indonesia baik di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan,
Sulawesi, dan Papua. (Thamrin, 2008).
Di Indonesia biji
pinang tersebut tidak secara umum digunakan oleh masyarakat atau dengan kata
lain hanya sebagian kecil saja yang mengkonsumsi pinang tersebut sebagai bahan
campuran sirih. Dibeberapa negara terutama negara-negara Asia Selatan seperti
India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, dan Maldivas banyak masyarakatnya
mengkonsumsi pinang sebagai kebutuhan sehari-hari. (Ruskin, 1993).
Di beberapa
negara Eropa seperti Inggris pinang dibutuhkan guna memenuhi permintaan
masyarakat Asia Selatan yang tinggal di negara tersebut. Di Jerman, Belgia,
Belanda, Korea Selatan, dan China digunakan untuk bahan baku farmasi.
Berdasarkan data-data yang ada pinang asal Indonesia sangat diminati atau
dengan kata lain 80% kebutuhan dunia akan pinang dipenuhi dari Indonesia.
Dengan demikian ekspor pinang merupakan suatu peluang usaha yang sangat
menjanjikan karena permintaan yang sangat tinggi disertai dengan berlimpahnya
bahan baku yang ada. (Ruskin, 1993).
Selain untuk
konsumsi, pinang merupakan salah satu komoditas ekspor yang produksinya meningkat
setiap tahun. Indonesia menjadi produsen utama pinang dunia pada tahun 2006
dengan ekspor mencapai 100.000 ton. Permintaan ekspor biji pinang muda lebih
besar daripada permintaan untuk biji pinang tua. Harga jual biji pinang muda
juga lebih mahal dibanding harga jual biji pinang tua. Tujuannyaagar masyarakat
tidak menyia-ntiakan lahan kosong yang bersemak belukar.(Ruskin, 1993).
Tujuan
Tujuan dari
praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam biopestisida
yang dapat digunakan untuk mengendalikan OPT serta dapat membuat biopestisida
nabati.
TINJAUAN
PUSTAKA
Menurut
penelitian “The Merck Index”, kandungan
dalam buah biji pinang mengandung senyaw aster metal – tentrahidrometil-nikotinat yang berwujud minyak basa keras. Senyawa kimia lain yang
terkandung dalam biji pinang adalah Tanin sebesar 15 %, tergolong senyawa
polifenol yang larut dalam gliserol dan alkohol. Sedangkan alkaloid berkisar
0,3-0,6 %. Sedangkan komposisi lain berupa arakaidin, guakinguvokalin, saponin
dan arekolidin. Senyawa lain berupa lemak, karbohidrat dan protein. Kandungan
kimia dalam biji pinang yang besar mempunyai sifat sebagai bioaktifitas
sebagai insektisida, antinematoda, antibacterial dan alelopati yang berpotensi
dapat mengendalikan hama wereng pada tanaman (Firdausi, 2013).
Tanaman pinang (Areca catechu) merupakan tanaman satu
kerabat dengan kelapa yang merupakan tanaman asli asia tenggara yang memiliki
banyak manfaat tetapi belum digunakan sebagai tanaman komoditas utama. Produksi
buah pinang dapat mencapai 50-100 buah per mayang. Pada tahun 2003 volume
ekspor buah pinang mencapai 77 juta kg dengan nilai US$ 22,9 juta. Banyak
masyarakat menggunakan biji pinang sebagai upacara adat dan kegiatan menyirih
(Sihombing, 2000).
Buah Pinang banyak digunakanmanusia
sebagai penenang dan ada diurutan ke empat setelah nikotin, ethanol dankafein
dan buah pinang banyak dimakan oleh berjuta-juta orang antara pantai timu benua
afrika dan pasifik barat. Di indonesia buah pinang digunakan juga dalam
duniapengobatan yaitu mengobati penyakit seperti cacingan, perut kembung, luka,
batukberdahak, diare, kudis,koreng, terlambat haid, keputihan, beri-beri,
malaria, difteri,tidak nafsu makan, sembelit, sakit pinggang, gigi dan gusi (Ruskin,
1993).
Penggunaan paling sering adalah
kegiatan menyirih yaitu dengan bahan campuran buah pinang, daun sirih dan
kapur. Pinang atau jambe adalah salah satu
kelengkapan dalam menyirih dikalangan orang-orang tua.
Selain itu, masyarakat indonesia memanfaatkan tanaman ini sebagai obat alami
untuk menguatkan gusi, gigi dan mengobati penyakit cacingan, ada juga yang mencampurnya dengan tembakau
Sebelum dikonsumsi, pinang di proses terlebih dahulu dengan dibakar, dijemur
dan dipanaskan. Pinang diduga menghasilkan rasasenang, rasa lebih baik, sensasi
hangat di tubuh, keringat, menambah stamina kerja dan menunda rasa lapar. (Agusta,
2001).
Selain dimakan bersama campuran daun
sirih, gambir, cengkeh dan kapur, masyarakat daerah itu juga memakan buah
pinang tua yang sudah dibelah kecil-kecil tanpa campuran lainnya. Kegemaran
makan buah pinang tua, baik yang dicampur dengan ramuan daun sirih, gambir,
cengkeh, maupun kapur, bukan lagi pemandangan yang langka melainkan sudah
menjadi tradisi dari dulu hingga sekarang oleh laki-laki dan perempuan.
Masyarakat yang rutin makan sirih setiap hari mengaku kesehatan giginya
terjamin dan terhindar dari penyakit gigi. Melihat dari manfaat buah pinang
untuk bahan baku industri farmasi, kosmetika dan bahan pewarna tekstil, kiranya
terdapat pula khasiat lain dari buah pinang muda. (Suswanto, 2000).
Pembahasan
Buah
pinang mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan serta juga bermanfaat bagi
tanaman sebagai menghambat perbanyakan populasi OPT, sehingga tanaman yang satu
ini patut mendapatkan perhatian oleh petani untuk di manfaatkan sebagai pestisida
hayati ketersediaan buah pinang sangat melimpah sehingga mudah didapatkan.
Kandungan
dalam buah pinang mengandung senyaw aster
metal – tentrahidrometil-nikotinat yang berwujud minyak basa keras, kandungan kimia dalam biji
pinang yang besar mempunyai sifat sebagai bioaktifitas sebagai insektisida,
antinematoda, antibacterial dan alelopati yang berpotensi dapat mengendalikan
hama wereng pada tanaman.
Bawang
putih dan kunyit juga ikut ambil peran dalam biopestisida karena bawang putih
dan kunyit mempunyai aroma yang khas dan
sangat menyengat, sehingga mengandung antividan atau yang membuat penolak OPT
dengan aroma yang sangat menyengat untuk tidak menghambat pertumbuhan tanaman.
Sedangkan
kandungan pada sabun colek itu memiliki sifat senyawa basa yang mengikat pada
tanaman atau disebut feromon sehingga berfungsi dalam biopestisida sebagai lem
atau perekat pada daun.
Kelebihan
dari biopestisida buah pinang ini bahan
yang mudah dicari hemat biaya dan dapat diaplikasikan dengan alat yang
sederhana serta dapat digunakan secara bertahap, hanya saja kelemahan
biopestisida buah pinang tidak dapat di aplikasikan secara langsung cukup
didiamkan selama 24 jam agar dapat diaplikasikan pada tanaman.
Tanaman pinang dapat dijadikan
tanaman pagar, penghijauan, bahan bangunan,dan hiasan, bagian-bagian tanamannya
sangat berkhasiat menyembuhkan beberapa penyakit. Pinang terutama ditanam untuk
dimanfaatkan bijinya, yang di dunia barat dikenal sebagai betel
nut. Biji ini dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih, selain
gambir, dan kapur.
Juga daun pinang mengandung minyak
atsiri yang dapat mengobati gangguan radang tenggorokan, pangkal tenggorokan,
dan pembuluh broncial. Pucuk daun muda yang rasanya pahit pun dapat dijadikan
obat nyeri otot. Selain obat, daun pinang dijadikan sebagai pupuk hijau.
BAHAN
DAN METODE
Bahan
dan Alat
Bahan
Bahan yang
digunakan dalam praktikum ini adalah :
1.
1 kg buah pinang muda
2. 3
liter air
3. 1
rimpang kunyit
4. 5
ruas bawang putih
5.
1 sendok sabun colek
Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini
adalah :
1.
Ember
2. Pisau
3. Toples
4. Tumbukan
(lesung)
5.
Saringan
Waktu Dan Tempat
Hari Senin
tanggal 28 November 2016 pada pukul 07.30 WITA sampai selesai, Praktikum ini
dilaksanakan diLapangan bola Fakultas Pertanian ULM.
Prosedur Kerja
Prosedur kerja
pada praktikum lapangan ini adalah sebagai berikut:
1.
Sediakan alat dan
bahan.
2. Buah
pinang dicuci dan ditumbuk beserta kulitnya hingga terlihat halus.
3. Kemudian
masukkan bawang putih dan kunyit kemudian tumbuk kembali.
4. Buah
pinang dan bahan lain yang halus ditambahkan dengan 3 liter air di aduk
kemudian di saring hingga didapatkan ekstrak buah pinang.
5.
Ekstrak buah binang
dapat diaplikasikan untuk membasmi hama wereng pada tanaman padi.


CV Bahagia Sukses Makmur adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang kontraktor, vendor dan juga jasa jual dan sewa berbagai jenis tenda. Tenda yang kami sediakan adalah jenis tenda dengan kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau, Dengan tenaga ahli yang sudah berpengalaman dalam membuat dan memasang tenda.
ReplyDeleteSalah satu tenda yang kami sediakan adalah tenda Sarnafil / kerucut. Jenis tenda ini adalah tenda promosi, event, maupun bazar. Dengan bentuk atap kerucut sisi dinding PVC 410 gsm balackout yang dapat ditutup dan dibuka.
Tenda sarnafil menggunakan rangka alumunium sedangkan tenda kerucut menggunakan kerangka besi. Jenis kerangka ini tahan terhadap karat.
Tenda jenis ini dapat digunakan untuk :
- Berbagai kegiatan promosi / event.
- Bazar, Seminar dan Pameran.
Desain tenda sarnafil dapat disesuaikan dengan keinginan anda dan tersedia berbagai ukuran yaitu 3m x 3m, 4m x 4m, 5m x 5m dengan tinggi tiang kaki 2m s/d 2,5 m.
Perusahaan kami telah berpengalaman dalam Membuat berbagai macam tenda. Silahkan hubungi 0811 1252 0824 RAHMA
Office: Ruko Cendana Raya No. 15A, Bencongan Indah, Karawaci Tangerang.
SENIN - SABTU / 08.00 - 17.00
Anda juga dapat menghubungi kami di :
https://tendagudangjakarta.blogspot.com/
https://tendagudangbogor.blogspot.com/
Twitter : @TangerangRoder
Instagram : @tendapameranjakarta
Instagram : @tendagudangjakarta
SHOPEE : @https:tendarodertangerang
TOKOPEDIA :@partisipameran23